Informasi finansial, saham, crypto, dan aplikasi paling hits

Finansial

Siap-siap, BEI Bakal Ubah Satuan Lot Saham, Ini Alasannya

BEI Bakal Ubah Satuan Lot Saham

Bursa Efek Indonesia (BEI) mengusulkan ke Otoritas Jasa Keuangan tentang rencana penurunan jumlah saham dalam hitungan satu lot. Saat ini satu lot terdiri atas 100 lembar saham. Namun, usulan ini diperkirakan baru bisa direalisasikan setelah BEI meningkatkan kapasitas transaksi perdagangan tahun depan di 2023.

Perubahan ini diharapkan bisa mengakomodasi masuknya investor-investor baru yang akan menambah gairah investasi di Indonesia.

Satuan Lot Saham

Lot atau round lot adalah satuan yang dipakai dalam perdagangan saham di pasar modal. Perdagangan di pasar reguler maupun pasar tunai mewajibkan dalam satuan lot atau kelipatannya. Berdasarkan atas regulasi yang berlaku saat ini, 1 lot terdiri atas 100 saham.

Sebagai contoh, jika saham A memiliki harga Rp300 per saham, maka modal minimal yang harus disiapkan investor untuk membelinya adalah Rp30.000 untuk memperoleh 1 lotnya.

Jika jumlah saham dalam satu lot diturunkan menjadi 50 atau 10, maka modal yang dikeluarkan investor menjadi lebih kecil untuk pembelian 1 lot. Yakni masing-masing Rp15.000 atau Rp3.000 untuk setiap lotnya.

Efeknya, bisa berdampak pada peningkatan jumlah frekuensi perdagangan. Saat ini, BEI mencatat rata-rata transaksi harian mencapai 1,5 juta kali. Sementara itu, kapasitas mesin pencatatan perdagangan BEI sebesar 7,5 juta kali per hari.

“Ini sesuatu yang memang akan kami usulkan ke OJK. Karena [saat ini] 1 lot 100 lembar, kalau kita buat 1 lot 10 lembar atau 1 lembar akan membuat pasar makin terjangkau, terutama bagi pemodal-pemodal yang kantongnya relatif masih kecil seperti pelajar dan pemula,” kata Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Laksono W. Widodo pada webinar LPPI pekan lalu.

Konversi Lot Saham di 2014

Di pasar modal Indonesia, penyesuaian jumlah saham saham 1 lot bukan kali pertama dilakukan. Delapan tahun silam, BEI juga melakukan perubahan satuan lot saham dari 500 lembar menjadi 100 lembar saham. Efek dari perubahan tersebut, maksimum volume order di pasar reguler dan pasar tunai berubah dari 10.000 menjadi 50.000 lot.

Baca Juga  Catat! Ini Kata Elon Must Soal Tips Investasi Saham

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Laksono W. Widodo mengatakan penurunan jumlah saham dalam satu lot bisa mengakomodasi akses investor pemula ke bursa, seiring dengan makin banyaknya investor ritel yang masuk ke pasar.

“Ini sesuatu yang memang akan kami usulkan ke OJK. karena 1 lot 100 lembar, kalau kita buat 1 lot 10 lembar atau 1 lembar akan membuat pasar makin terjangkau, terutama bagi pemodal-pemodal yang kantonganya relatif masih kecil seperti pelajar dan pemula,” kata Laksono dalam webinar, Kamis (17/3/2022).

Meski demikian, Laksono mengatakan langkah tersebut perlu diikuti dengan jaminan bahwa kapasitas perdagangan bursa dalam kondisi memadai. Jumlah saham yang makin kecil dalam satu lot bisa memicu meningkatnya frekuensi perdagangan.

“Kapasitas kita sekarang sekitar 7,5 juta kali transaksi per hari. Sekarang rata-rata per hari 1,5 juta kali. Kami mau memastikan kapasitas ini cukup,” kata dia.

Laksono mengemukakan bahwa BEI berencana meningkatkan kapasitas perdagangan pada 2023. Dengan kemampuan mesin yang lebih baik, dia berharap usul penurunan jumlah saham dalam 1 lot bisa terealisasi.

“Jadi setelah tahun depan kami harapkan dengan kemampuan mesin yang lebih baik, usulan penurunan jumlah lembar dalam lot saham bisa diterapkan dengan tenang karena kami yakin transaksinya masih bisa berjalan dengan baik di BEI,” imbuhnya.

Leave a Reply